Jember, Sorot86 Bencana memang susah untuk diprediksi , siapapun bakal menghadapi berbagai persoalan jika mengalami bencana, baik physic maupun pshycis. Untuk itu perlu hadirnya tenaga tenaga profesional dalam menanganinya.
Untuk itu ,Plt Bupati Jember, Drs. KH. Abdul Muqit Arief, membuka Diklat Basic Trauma And Cardiac Life Support (BTCLS) bertempat di gedung Diklat BKPSDM komplek PKPSO Kaliwates, Senin, (09/11/2020). Hal ini dilakukan dengan bekerjasama antara Pemkab Jember dengan Balai Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jawa Timur.
BTCLS adalah tindakan untuk memberikan pertolongan pada korban bencana atau gawat darurat guna mencegah kematian atau kerusakan organ tubuh pasien/klien sehingga produktivitasnya dapat dipertahankan jika terjadi bencana atau peristiwa gawat darurat.
Pelatihan Basic Trauma Cardiac Life Support (BTCLS) merupakan pelatihan wajib sebagai salah satu prasyarat yang harus dimiliki oleh seorang perawat yang akan maupun bekerja di rumah sakit dan Pusat Kesehatan Masyarakat / PKM.
Dalam sambutannya, Drs. KH Abdul Muqit Arief mengatakan, agar peserta senantiasa menjaga interaksi dengan orang diluar. Kegiatan harap dibatasi mengingat jumlah positif covid19 terus bertambah.
"Kegiatan ini menjadi energi baru bagi tenaga kesehatan di Jember. Kebutuhan tenaga kesehatan yang profesional dirasa penting, dalam rangka pengembangan SDM. Sebab bidang kesehatan merupakan soko guru pembangunan," terang kiai pengasuh PP Al Falah di Silo ini.
Pengetahuan dan keterampilan yang berhubungan dengan Trauma Dasar Cardiac Life Support adalah salah satu prasyarat yang harus dimiliki oleh tenaga perawat.
Dia juga berharap, dengan pelatihan ini, peserta dapat memahami dengan baik sehingga dapat diimplementasikan sesuai tugas di lapangan.
"Saya juga berharap SDM di lingkungan Pemda Jember dapat ditingkatkan tidak terkecuali tenaga kesehatan, sehingga bisa bersaing dengan kabupaten lain," ujar Kiai Muqit.
Kepala BPSDM Provinsi Jawa Timur, dalam sambutannya yang dibacakan oleh Perwakilan BPSDM Provinsi, Drs Anang Triyono, MM., menyampaikan, apresiasi atas terselenggaranya diklat tersebut.
Menurutnya, fasilitator training berasal dari pihak ketiga yakni Rumah Sakit Semen Gresik, acara akan berlangsung selama 4 hari dari tanggal 9 hingga13 Nopember 2020.
Pelatihan diikuti oleh 3 Rumah Sakit Daerah yang ada di Jember. Antara lain; RS. Soebandi 15 orang, RS. Balung 13 orang, dan RS Kalisat 12 orang.( Ary)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar