Post Top Ad

Your Ad Spot

Rabu, 11 November 2020

Pemerintah Kabupaten Apresiasi Sekolah Ranah Anak .

 


Jember, Sorot86 Pemerintah Kabupaten Jember mengapresiasi pendirian sekolah ramah anak yang diinisiasi oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Jember.


Belajar dari pengalaman banyaknya kasus kekerasan dan kasus eksploitasi anak, salah satu penyebabnya  adalah lingkungan anak yang tidak kondusif.


Pemkab Jember sangat mendukung upaya DP3AKB Jember mengadakan Deklarasi Sekolah Ramah Anak di TK se-Jember. 


Deklarasi yang dilakukan di  Pendopo Wahyawibawagraha, Selasa, 11/11/2020 menjadi terobosan yang patut ditindak lanjuti.


Plt Bupati Jember, Drs KH. Muqit Arief mengatakan,  agenda ini sangat penting dan begitu  berarti bagi penyiapan generasi yang unggul. "Kita sadar sebagai insan pendidik, proses pembelajaran pada anak usia dini tentu berbeda dengan usia remaja. tahapan sebagai bunga, raja, musuh,  Orang tua disuruh  dalam suatu  tujuan pendidikan menjadikan anak yang Sholeh dan Sholeha.


 "Perlu lingkungan yang mendukung bagi anak untuk menjadi  bahagia," kata pengasuh PP Al Falah Silo itu.


Selanjut Kiai Muqit mengatakan, jika  seorang kehilangan masa kanak-kanak pada masanya maka waktu dewasa bisa jadi berprilaku seperti kanak-kanak.


Konsep Pendidikan Ki Hajar Dewantara adalah  Lingkungan yang membetuk anak,  

Pertama, keluarga, masyarakat dan di sekolah. Untuk itu sangat penting memahami kejiwaan anak. 


Kiai Muqit mengisahkan, "Teman saya yang namanya Martin, tokoh pendidikan dari Belanda, waktu berkunjung ke sekolah di Silo , mengatakan,  saya tidak bangga anda punya SMP, SMA tapi saya bangga kalau anda punya TK sebab pembentukan awal ada pada masa itu."


"Di lingkungan ramah anak , maka anak akan tumbuh secara normal. Salah satu ciri khas, unsur inklusi, bersih, ramah akan terukir dalam jiwa anak," tambahnya.


Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan DR. Edy Budi Susilo, S.Pd,. M.Pd, Ketua Tim Penggerak PKK, IGTKI, Kominfo, Bapeda, Kapten Sumaryono Danramil 0824/01 Patrang, Kabag OPS dari Polres Jember dan tokoh masyarakat yang peduli anak.


Kepala DP3AKB Jember, Drs. Farouq, M.Si yang  diwakili dr Nur Cahyohadi mengatakan, TK berikhtiar dan berkomitmen menjadikan sekolahnya ramah anak. Ada 800 TK Se-Jember berkomitmen ikuti SRA diwakili on-site 8 TK di Pendopo ditandai dengan pembacaan deklarasi.


Mengutip data DP3AKB, Nur Cahyohadi mengatakan, sepanjang tahun 2020 hingga Bulan Oktober tercatat 133 kasus kekerasan anak. "Jumlahnya lebih besar dari periode yang sama dari tahun lalu," ungkap Nur Cahyohadi. 


Masyarakat semakin tahu kemana harus melaporkan kekerasan pada anak. Perlindungan anak ada 2 hal yang diperhatikan yakni pemenuhan kebutuhan anak dan perlindungan khusus (korban kekerasan dan sebagainya). SRA adalah bagian dari pemenuhan kebutuhan anak.( Kid)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar