Post Top Ad

Your Ad Spot

Rabu, 16 Juni 2021

Lagi Dua oknum Mengaku Wartawan Ditangkap Polisi Karena Diduga Memeras

 

by: Istimewa

Jember, SorotNews.id Ditangkapnya dua oknum yang mengaku wartawan okeh Pilisisi pada, Sabtu  12/6/21 menambah panjang daftar pemeras yang mengatas namakan wartawan.


Anggota Polres Jember berhasil menangkap M.Abdullah dan Muhamad Erwin warga Jl.Sriwijaya ,Kelurahan Karangrejo, Kabupaten Jember, Jawa Timur, di sekitar lapangan Jenggawah wilayah setempat, Sabtu (12/06/2021).


Mereka tertangkap tangan, diduga sedang melakukan pemerasan (meminta uang dengan cara mengancam) terhadap Yulianto (48) warga Desa Kesilir, Kecamatan Wuluhan.


Pelaku tidak bisa mengelak dan dengan sadar mengakui perbuatannya. Setelah polisi mendapati barang bukti berupa uang tunai Rp 3.000.000 dari tangan tersangka.


Kedua pria ini, melakukan aksinya dengan cara mengancam, kepada nara sumber (Yulianto) untuk diberitakan kesalahannya di salah satu media online.


Dengan alasan agar berita tidak jadi tayang, pelaku meminta dan menarget uang kepada korban sejumlah Rp 13.000.000.


Namun, karena tidak memiliki uang sebayak itu, korban hanya mampu bisanya hanya memberi sesuai kemampuannya saja.


Untuk memuluskan niatnya, pelaku mengajak korban ke suatu tempat di Desa Wonojati, Kecamatan Jenggawah agar menyerahkan uangnya.


Na'as, belum sempat beranjak dan menikmati uang tersebut, polisi tiba-tiba datang dan langsung menangkap pelaku.


Polisi juga berhasil mengamankan 1 unit mobil escudo, 2 handphone dan sejumlah uang tunai yang digunakan pelaku saat melakukan perbuatannya. 


Kapolres Jember, AKBP Rachman Arifin saat dikonfirmasi wartawan  membenarkan penangkapan terhadap pelaku.


"Ya, selasa atau rabu akan ada pres rilis mas," jawabnya lewat pesan singkat, Senin (14/06/2021).


Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, pelaku harus menginap gratis di sel tahanan Polres Jember untuk proses hukum lebih lanjut.


Di tempat terpisah, Ketua Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Tapal Kuda Imam Haironi mengaku prihatin dengan kejadian tersebut.


Menurut Imam, salah satu faktor menjamurnya oknum mengaku dan memanfaatkan profesi wartawan, karena kurang ketatnya aturan yang diterapkan perusahaan media.


"Kita perhatikan fenomena dunia jurnalistik saat ini. Begitu mudahnya mengaku wartawan. Ini bisa jadi cambuk kepada perusahaan media agar tidak asal comot," papar Imam.


Padahal kata Imam, wartawan itu adalah profesi orang-orang cendikiawan, berwawasan luas dan memiliki etika dalam menjalankan tugasnya.


"Namun kenyataannya, masih sangat banyak kita temui oknum berlagak wartawan. Tapi tindakan dan karyanya tidak mencerminkan wartawan," paparnya.


Lebih jauh Imam kembali mendorong kepada pemilik perusahaan media, agar ada standarisasi dalam merekrut wartawan.


"Minimal, latar belakang pendidikannya dilihat. Rekam jejaknya, di masyarakat seperti apa. Dengan begitu, bisa mengantisipasi lahirnya wartawan tanpa berita," ucapnya.


"Jangan sampai profesi wartawan dijadikan kedok, untuk memuluskan kepentingan pribadi dengan cara memeras," imbuh Imam. 


Ditempat terpisah. Gangsar Widodo, owner media sorot mengaku kaget dengan ulah oknum tersebut. Sebab selama ini, wartawan merupakan sebuah profesi yang memiliki aturan sangat ketat, mulai dari rekruitmennya, hingga bekal dilapangan ada yang disebut dengan kode etik jurnalistik. 


Wartawan harus memahami kode etik agar dalam menjalankan tugasnya bisa terus berada pada jalur sebenarnya , wartawan itu tugasnya melakukan aktivitas jurnalistik, bukan aktivitas yang mengarah pada perbuatan kriminal


Untuk itu dirinya sepakat dengan apa yang disampaikan oleh  sejawatnya Imam, agar kedepan media perlu lebih ketat dalam merekrut wartawannya, selain itu latar belakang pendidikan juga jadi syarat karena ini menyangkut profesi.


Selanjutnya, pria tambun ini juga minta kepada para pemilik media untuk saling komunikasi dengan pemilik media agar lebih mudah memantau setiap rekruitmen dan pelaksanaan dilapangan .


Dengan tertangkapnya oknum wartawan di Kabupaten Jember, menambah deretan angka pemerasan mengatasnamakan wartawan.


Setelah sebelumnya, kejadian yang sama juga terjadi di Kabupaten Bondowoso dengan korban seorang kepala desa.( Ary)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar