Post Top Ad

Your Ad Spot

Jumat, 25 Juni 2021

Bupati Jember H. Hendy Siswanto Berharap "Pantai Paseban, Bakal Jadi Embrio Kawasan Ekonomi Khusus "

By: Istimewa


Jember, SorotNews.id Pantai Paseban yang memiliki keindahan sempurna bakal menjadi embrio kawasan ekonomi khusus, hal tesebut disampaikan PLT Camat Kencong, Bobby Arisandi, SSTP, Kamis , 24/6/21 di kantornya. 


Bobby menyampaikan bukan tanpa alasan, menurutnya, saat Bupati Jember H. Hendy Siswanto ngantor di Kencong , beliau sempat memberi arahan , setelah melihat kondisi Pantai Paseban secara langsung. Saat itu, lanjut Bobby, bupati juga sempat memberikan arahan, agar semua perangkat yang bertugas membantu masyarakat dalam menghadapi bencana agar digiatkan kembali. Yang selama ini tertidur , harus bangun dari tidur panjangnya, dan yang masih berjalan agar segera diberi pelatihan pelatihan.

Camat Gumukmas  Gaguk Budi Santoso


Soal pantai Paseban, lanjut mantan Ajudan bupati Abah Samsul Hadi Siswoyo ini , memang memiliki sesuatu yang khas. Pantainya los ( pandangan tanpa  hambatan ) , dan dari pandangan belakang pulau Nusabarong ada sesuatu yang sangat indah yakni sunset. Dan keindahan itu tidak kalah dibanding pantai lainnya.


Uniknya lagi,lanjut Bobby , di Paseban ada acara yang selama ini jadi tradisi masyarakt setempat yakni perayaan " Hari raya Ketupat " dan itu terjadi sejak lama. Seperti Kegiatan Petik Laut, di Pantai Watu Ulo.


Tidak hanya itu, Paseban juga digunakan sebagai kegiatan ritual masyarakat Bali. Dalam waktu tertentu banyak yang datang ke Pantai Paseban, makanya jika apa yang diharapkan bupati bisa ditangksp serius, tidak salah kalau Pantai Paseban jadi embrio wilayah ekonomi khusus, tentunya dengan menghidupkan geliat UMKM dan seni budaya lokal sebagai daya tariknya.


Sementara bicara soal antisipasi bencana seperti yang diprediksi oleh BMKG , bahwa bakal terjadi gelombang besar , pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan kepala desa yang ada terkait penyiapan petugas bencana.


Seperti arahan yang disampaikan Bupati , untuk petugas penanggulangan bencana, disetiap Kecamatan harus memenuhi jumlah 30 orang, sementara untuk Desa jumlahnya 25 orang. Mereka nanti akan diberi pelatihan pelatihan. 

Camat Kencong.Bobby Arisandi, SSTP


Bobby juga menginformasikan, dalam webinar yang diikuti oleh beberapa camat yang berada di wilayah pesisir , juga disampaikan perlunya pembekalan. Untuk saat ini, dirinya berharap agar materi pbekalan susah harus disiapkan,yang disana juga di sertai mapping wilayah bencana. Karena dalam webinar tadi diinformarikan, akan terjadi gelombang setinggi 7 meter yang bakal berdampak pada lingkungan berradius 4 Km. Bahkan ada juga informasi gelombang akan setinggi 20 meter, dan berdampak sejauh 7 km.


Dengan materi pelatihan dan pengetahuan dampak yang timbul, maka petugas akan lebih bisa mengantisipasi dengan mengarahkan masyarakat itu kearah mana.


Selain materi dan peta, persoalan pelampung juga menjadi persoalan yang sudah harus disiapkan sesuai kebutuhan. Hal ini disampaikan Camat Gumukmas, Gaguk Budi Santoso. Senada dengan Bobby,mantan Camat Kalisat di Era bupati MZA Djalal itu mengatakan, apa yang sudah dibahas dalam webinar dan pertemuan sebelumnya di kantor Pemkab, semua pihak sudah siap , dan tinggal melakukan pemberian materi pelatihan. Untuk itulah, dia berharap agar materi bisa segera di kirim kemudian di breakdown ke tingkat desa agar bisa dipahami .


Untuk pelampung, sudah ada bantuan , sebagian yang jumlahnya masih belum sesuai dengan perkiraan jumlah sasaran. Dan yang diutamakan bagi pengguna pelampung nanti adalah para Lansia dan difabel.


" Pada prinsipnya apa yang dihadapi kami dengan para camat di wilayah pesisir sama, yang saat ini dibutuhkan adalah materi materi yang segera harus kami terima, kemudian baru nantinya melengkapi jumlah Tagana sesuai arahan bupati dimana kecamatan jumlahnya 30 dan Desa jumlahnya 25, semakin banyak relawan akan semakin memudahkan penyelamatan " ujarnya.( Ary)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar