Post Top Ad

Your Ad Spot

Jumat, 04 September 2020

Peserta Program Asimilasi , Jangan Masuk Lapas Lagi

By: Isitmewa


Jember, Sorot86 Kesempatan yang di erikan pemerintah terhadap para napi untuk mendapat program Asimilasi patut di apresiasi. Untuk itu, diharapkan semua Napi yang menjalani program ini, untuk tidak berbuat salah lagi , sehingga harus membawanya masuk lagi di Lembaga Pemasyarakatan, hal itu disampaikan Wakil Bupati Jember, Drs. KH. Muqit Arief, di Lapas Kelas IIA Jember, Juma't, 4/9/2020, saat berkesempatan melepas napi yang memperoleh program Asimilasi.


Program   terus dijalankan oleh Lapas  Kelas IIA Jember. Seiring itu, Pemkab Jember konsisten memberikan dukungan kepada para narapidana yang mendapatkan pembebasan melalui program pemerintah pusat tersebut


Seperti sebelumnya, Pemkab Jember memberikan bantuan berupa sembako dan uang saku. Juga memberikan edukasi kepada peserta asimilasi.


“Kalian semua harus betul-betul berhati-hati di rumah. Jangan sampai melakukan hal hal yang berkaitan dengan jeratan hukum lagi,” pesan wabup.


“Jika ada yang melakukan tindakan kriminal lagi, akan mendapat perlakuan khusus dan sangat ketat di lapas. Ini sesuai peraturan yang ada,” imbuhnya.


Selain mendapat bantuan, para napi peserta program asimilasi mendapatkan fasilitas kendaraan dari Pemkab Jember untuk pulang ke rumah masing-masing.


Lebih jauh wabup menjelaskan, narapidana itu dibebaskan lebih awal atas hak asimilasi sesuai peraturan yang berlaku saat wabah virus korona.


“Kalian semua adalah keluarga saya. Jadi tolong berhati-hati. Jadikan apa yang sudah terjadi sebelumnya sebagai pembelajaran yang berharga,” kata wabup.


Di lapas, masih kata wabup, sangat tidak enak. Bukan hanya tempat dan harus berdesak-desakan. Tetapi, hati dan psikologis merasa tersiksa karena harus berpisah dengan keluarga. “Semua juga akan merasa sedih,” urainya.


“Maka, sebaik-baiknya orang berbuat salah itu adalah orang yang menyadari dan tidak mengulang kembali kesalahan,” tutur wabup.( Dik)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar