| Pembangunan sudah mencapai 20% |
Maya. : Tinggal Nunggu Kepastian Sekolahnya.
Jember, SorotNews.id Semangat para relawan untuk terus bekerja dan bergerak membangun rumah tinggal bagi Bapak dengan dua anaknya, yang viral karena tinggal di poskamling patut diapresiasi .Mereka tak surut semangat , walau hingga saat ini belum mendapat subsidi untuk bangunan dari pihak terkait.
Maya, 32 salah satu relawan gigih asal Griya Mangli ini mengatakan , kalau dirinya bertugas sebagai pencatat arus keluar masuk uang dan barang. Dirinya bersedia menjadi petugas pencatat karena mekihat kondisi Sholehudin bersama dua putrinya.
Sejak awal, kami mendapat kesempatan setelah Mbak Shinta , Pemiliki lahan mengijinkan sebagian lahannya dibangun untuk tempat tinggal sebtara bagi ketiga orang kurang beruntung tersebut. Berbekal peluang itu, semangat kami sesama relawan muncul, kami kontak kawan rawan untuk membahas persoalan ini secara terbuka. Hingga akhirnya muncul ide untuk membangunkan rumah tinggal tersebut.
Setelah dihitung , dan direncanakan semua kebutuhan , maka diawali dengan hutang semen, batako dan sebagainya , dan mengawali pembangunan itu hari Kamis lalu. Selanjutnya, bidadari relawan itu mengatakan, kalau dana dan bahan itu masih murni dari donatur , dan itu dicatat detail, karena ini kepercayaan.
Untuk tenaga tukang, memang tidak minta upah tapi kita kasih makan sebanyak 3x sehari.Direncanskan pembangunan itu selesai maksimal 2 Minggu
" Ya mas, ini sudah hari ke tiga, pembabgunan sudah sampai seperti ini. Dan yang perlu diingat, semua ini masih murni dari donatur , kalau dari Dinsos, bantuan sembako , dan dari BPPD bantuan peralatan.Kami rencanakan selesai maksimal 2 Minggu " ujarnya.
Ditempat terpisah Mas Uud, yang juga relawan itu membenarkan apa yang dikatakan mbak Maya, kita semua lagi focus untuk membangun itu. Sementara untuk bagai mana nasib sekolah bagi putri Sholehudin , dirinya mendebgar kalau ada relawan dari Pers yang bantu mengirusi, terakhir sudah ada perhatian dari Bu Anik, kepala Sekolah asal ( SDN Wirolegi 01) dan juga dari Kelaka Bidang TK/ SD dinas pendidikan Jember. Tinggal Cari Seragam Dan Sepatu.
Persoalan Sholehudin dan 2 putrinya ternyata bukan sekedar tempat tinggal. Namun juga soal keberlangsungan pendidikan dua putrinya. Untuk soal tehnis bagaimana sekolahnya sudah ada yang bantu urus, tinggal bagaimana menyiapkan kebutuhan sarana srkah bagi dua putri tersebut. Seperti seragam sekolah, tas sekolah, sepatu dan yang lainnya. Ini menjadi tugas bersama untuk menjadikan masalah ini bisa selesai. ( Dick)