Jember, SorotNews.id Semangat membangun Jember dari segala sektor tampaknya belum diikuti dengan semangat " Action' oleh seluruh dinas terkait dalam memberikan pendampingan terhadap ribuan perempuan kepala keluarga ( PEKA,) dan anak anaknya yang ada di seluruh wilayah pelosok Jember. Ini disampaikan oleh , Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Berjuang Oentuk Kesejahtaraan Rakyat ( BONGKAR ), Bisma Gigih, Jumat, 24/9/21.
Menurutnya, pintu yang sudah dibuka Bupati Jember , H. Hendy Siswanto, agar semua OPD melakukan sinergi , kolaborasi untuk meng- akselerasi pembangunan belum sampai tataran Action'.
Ini dilihat dari masih banyak persoalan yang terjadi dilapangan belum bisa dijalankan dengan tuntas jika melibatkan OPD lainnya. Mereka masih saling menunggu, terlebih jika sudah menyangkut masalah penggunaan anggaran.
Untuk itu dirinya, berharap agar Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak Dan Keluarga Berencana
Segera mengambil inisiatif mengajak semua pihak terkait bisa bersinergi , selain itu, DP3AKB harus mengajak lembaga swadaya masyarakat yang bergerak dibidang pemberdayaan duduk satu meja, dan berbagi tugas untuk menyelesaikan persoalan klasik ini .
Jika tidak, jangan harap ada solusi dan bisa memberi efek jera pada laki laki yang diduga menelantarkan anak anak dari mantan istrinya.
" Ya saya melihat belum serius dalam menjalankan sinergi dan kolaborasi untuk membangun Jember , dan ini butuh serius , karena dengan memberdayakan perempuan kepala kekuarga itu, maka nasib anak anaknya bisa dientaskan " ujarnya
Ditempat terpisah, Hevi Munawaroh, 21 aktivis perempuan mengatakan sebenarnya bukan belum serius penerintah dalam memberikan pendampingan terhadap perempuan kepala keluarga, namun karena dalam hampir dua tahun terakhir ini pemerintah di hantam badai Pandemi Covid -19 dan semua anggaran dan sumberdaya focus untuk penanganan covid-19, semua anggaran direfocusing kesana , semoga awal tahun 2022 nanti pemerintah H. Hendy- Gus Firjaun sudah bisa berbuat untuk mereka.
Karena tanpa peran bupati dan wakil bupati secara nyata , dirinya tak yakin kalau OPD yang ada berani mengambil keputusan untuk Action' lebih nyata.
" Saya melihat bukan kurang serius, namun pemerintah dalam dua tahun terakhir ini masih focus menangani badai Pandemi, anggaran di refocusing kesana, semoga tahun depan pemerintah H. Hendy - Gus Firjaun bisa memasukkan anggaran untuk masalah ini , namun kalau tidak ada upaya menganggarkan, berarti duet pemimpin Jember ini belum peduli dengan keberadaan perempuan kepala Keluarga" ujarnya( Ary)


