Iklan

Pembelajaran Tatap Muka Sekolah Dasar Menunggu Kesiapan

Senin, 20 September 2021, September 20, 2021 WIB Last Updated 2021-09-20T04:21:33Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini

 

Endang Sulistiowati. Kabid TK SD , Dinas Pendidikan Jbr.

Jember, SorotNews.id Perdebatan boleh tidaknya sekolah dasar di Jember menggelar tatap muka tampaknya mulai ada kejelasan , ini setelah Kepala Bidang TK -SD Dinas Pendidikan Jember, Endang Sulistiowati berhasil ditemui tim SorotNews.id untuk dikonfirmasi diruang kerjanya, Senin, 20/9/21.


Menurutnya, menanggapi kegundahan para kepala sekolah sekah dasar dan sekolah dibawahnya terkait masih belum diperkenankannya pembelajaran tatap muka itu karena merujuk hasil rapat antara Korwas , dan perwakilan Kepala Sekolah pada hari Jumat lalu , dimana dari 31 perwakilan Korwas we Kabupaten Jember, ada 21 perwakilan yang telah memutuskan untuk menunda pembelajaran tatap muka karena masih ada sekolah yang belum menuhi persyaratan pokoknya yakni tersedianya air sebagai sarana utama cuci tangan. Selain itu, untuk usia sekolah dasar , belum ada program vaksinasi anak usia 12 tahun.


Endang Sulistiowati juga mengatakan, kalau dirinya sudah berkoordinasi dengan dinas kesehatan terkait usulan dibukanya pembelajaran tatap muka , dari diskes pihaknya belum mendapat lampu hijau .Saat dikonfirmasi tentang adanya lembaga sekolah swasta setingkat Sekolah dasar yang sudah menggelar tatap muka, dia tidak menampik, karena memang ada kepala Sekolah swasta yang menelpon dirinya minta ijin. Dan dirinyapun dengan tegas menyampaikan apa yang sudah jadi ketetapan,namun mereka menjamin bahwa pembelajaran akan berlangsung sesuai aturan dan aman.


" Memang saya mendengar persoalan pembelajaran tatap muka yang masih ditunda. Itu kami lakukan setelah kami mendengarkan lapiran Korwas dan wakil kepala sekolah se Jember, selain itu pertimbangan utamanya adalah, belum ada rekom dari satgas Covid kabupaten mengingat untuk tingkat sekolah dasar belum ada program vaksin,  sehingga dikuatirkan justru memunculkan cluster baru. Untuk itu , kita tunda sambil menunggu pernyataan  resmi dari dinas kabupaten " ujarnya.


Sementara , Hafinudin, 45 wali siswa berharap agar dinas pendidikan segera mengambil langkah cepat untuk pelaksanaan pembelajaran tatap muka. Ini sudah level 1, kondisi sudah berbeda " ya kalau bisa dinas pendidikan segera mengambil langkah cepat dasar pengambilan keputusan sudah ada, soal vaksin untuk siswa ya kalau memang belum ada program , yang penting sekolah dan orang tua menjamin keamanan pelaksanaan lbsharan tatap muka , gak ada masalah " ujarnya ( Ary)

Komentar

Tampilkan

Terkini