![]() |
| By: Istimewa |
" Wes Wayae Jember Tamasya "
Jember, SorotNews.id Semangat Pemerintah Kabupaten Jember untuk bangkit dari keterpurukan ekonomi tampaknya perlu diapresiasi dan didukung
Situasi Pandemi yang terjadi hampir dua tahun ini, meluluh lantakkan sendi perekonomian masyarakat Indonesia pada umumnya, dan Jember khususnya. Baik sektor perdagangan maupun sektor transportasi tak luput terkena dampak pandemi.
Bidang transportasi misalnya, persoalan angkutan konvensional terus terjadi, pandemi membuatnya semakin tak berdaya , untuk itu diperlukan inovasi penanggulangan yang tepat.
Program Angkutan Wisata diharapkan menjadi solusi di tengah persoalan transportasi sekaligus persoalan pariwisata. Melalui Program pemberdayaan pengemudi angkutan konvensional (angkot, angdes, becak, ojek) berkolaborasi dengan pegiat social tourism “Tamasya Bus Kota” (TBK) yang sudah 4 tahun bergerak di sociopreneur ini.
Dengan dasar pemberdayaan, program angkutan wisata akan efisien, kolaborasi memungkinkan akselerasi pengembangannya. Pada akhirnya kemanfaatan akan segera bisa dinikmati banyak masyarakat.
Angkutan Wisata akan membuka dan mempermudah akses ke destinasi-destinasi wisata, menstimulasi tumbuh dan berkembangnya destinasi wisata. Pemerintah melaui Dinas Perhubungan mendukung program Angkutan Wisata dengan memberikan pelatihan kepada para pengemudi angkutan kota dan angkutan pedesaan (14/9).
Pelatihan tersebut meliputi Public Speaking, Pemandu Wisata dan CHSE, serta fotografi sederhana dengan smartphone. Ada 50 sopir wisata, yaitu sopir merangkap pemandu wisata. Bahkan beberapa diantaranya sudah memiliki sertifikasi kepemanduan dari BNSP. Dengan pelatihan CHSE dikhususkan agar sopir wisata dapat beradaptasi di era new normal dengan menerapkan protokol kesehatan. Pelatihan fotografi smartphone agar mereka bisa memotret wisatawan dengan bagus.
Masyarakat bisa menyewa angkutan wisata sesuai dengan rute yang dibuat oleh operator Angkutan Wisata. Angkot bisa diisi 10 penumpang, angkutan pedesaan 7 – 12 penumpang tergantung jenis kendaraan. Jika tarif per rute hanya 200.000 maka per orang rata-rata hanya urunan 20.000an. Di setiap rute ada minimal 3 destinasi yang terdiri dari destinasi wisata, UMKM, kuliner, kebun, perikanan, sawah bahkan religi.
Destinasi wisata nya pun banyak yang baru dikembangkan sebagai alternatif mencegah kerumunan di destinasi yang sudah ada. Rute yang dipilih Angkutan Wisata menekankan pada kegiatan eduwisata.
Jika destinasinya tak terjangkau kendaraan roda 4, ada ojek-ojek wisata yang bisa dipesan juga melalui operator. Ojek Wisata juga cocok untuk yang tamasya sendirian. Becak wisata sementara hanya untuk rute pendek di kota dan sedang dalam pembinaan.
Angkutan Wisata Jember akan memiliki banyak promo menarik karena disupport banyak mitranya. Mulai dari diskon tiket masuk wisata, diskon kuliner, diskon handycrat, dll.
Akhirnya, semoga Angkutan Wisata Jember membawa kebahagiaan dan barokah untuk semua, menginspirasi daerah-daerah lain yang sedang berjuang lepas dari persoalan transportasi konvensional. Menularkan semangat sinergi dan kolaborasi.
