Iklan

FKTI Akan Sosialisasikan Beladiri Disekolah Sekolah

Jumat, 17 September 2021, September 17, 2021 WIB Last Updated 2021-09-17T10:38:47Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini

  


Jember, SorotNews.id Pasca pelaksanaan pergantian pengurus pusat Federasi Karate Tradisional Indonesia ( FKTI) dua tahun lalu, disusul munculnya Pandemi Covid -19, praktis program kerja satu sekolah satu Dojo , yang sudah diprogramkan tidak dapat berjalan . Namun seiring dengan kondisi Kabupaten Jember yang sudah menuju pada level 1, pengurus FKTI Korca Jember kembali menyiapkan pelaksanaan program satu sekolah satu Dojo.


Ketua FKTI Korca Jember , Gangsar Widodo kepada media ini mengatakan, kalau sebenarnya program ini dicanangkan pasca konggres FKTI dua tahun lalui di Jakarta . Saat itu, konggres menghasilkan pengurus baru  Kornas FKTI yang baru,  juga beberapa program jangka pendek , yakni pembentukan Dojo ( tempat latihan) satu Desa satu Dojo. 


Jember memiliki letak geografis dengan tingkat kesulitan cukup tinggi , belum bisa menjalankan program satu desa satu Dojo, makanya dalam diskusi pengurus muncul untuk mengganti dengan satu sekolah satu Dojo .


Selain itu, Korca Jember belum memiliki tenaga tenaga pelatih sesuai dengan standart yang ditetapkan oleh Majelis Sabuk Hitam. Untuk itu tahun depan dirinya akan mengajukan kepada ketua kornas agar diadakan  pelatihan bagi pelatih , sesuai kurikulum yang sudah ditetapkan.


Gangsar juga berharap agar semua pihak bisa mendukung agar generasi muda , sejak dini sudah harus dikenalkan olah raga, apapun itu jenisnya,  karena dengan olah raga mereka akan terlatih dan lupa dengan kegiatan kegiatan lain yang kurang bermanfaat. Dia juga berharap lembaga sekolah bisa menerima dengan tangan terbuka kepada olah raga apapun untuk diajarkan disekolah , tentunya setelah mempertimbangkan manfaat bagi siswa dimasa mendatang.


" Iya dalam waktu dekat setelah pembelajaran kembali normal, pihaknya akan melakukan pendekatan kepada lembaga sekolah baik pemerintah maupun swasta untuk mengenalkan karate sebagai ilmu beladiri, bukan sebagai alat untuk menyakiti. Untuk itu dirinya berharap ada respon dari lembaga sekolah untuk lebih terbuka mengenalkan olah raga pada siswanya, tidak hanya karate, tapi semua olah raga " ujarnya. 


Ditempat terpisah, Hardono, 51 , menyambut baik langkah Federasi Karate Tradisional Indonesia , yang akan melakukan sosialisasi dari sekolah kesekolah, ini sebuah pemikiran positif yang patut didukung, agar generasi muda bisa dibangun karakternya sejak dini.


" Saya mendukung langkah FKTI yang dalam waktu dekat bakal melakukan sosialisasi ilmu beladiri karate ke sekolah , dan saya pikir pihak sekolah perlu mendukung , untuk bersinergi membangun karakter siswa sejak dini". ( Ary )

Komentar

Tampilkan

Terkini