Jember, SorotNews.id Janji Bupati H. Hendy akan segera bangun infra struktur jalan sepanjang 800 Km tuntas dalam waktu 6 ( enam) bulan ternyata belum juga terwujud, ini membuat warga Jember berniat turun kejalan menagih janji tersebut.
Pasca dilantik, H. Hendy dalam setiap kesempatan sering menyampaikan akan segera membangun jalan di Jember yang hancur tak terurus selama beberapa tahun. Bahkan dengan sangat yakin , suami Kasih Fajarini itu mentargetkan akan selesai dalam waktu enam bulan.
Tohir,45, warga Kecamatan Ledokombo kecewa dengan janji janji bupati yang selalu berubah ubah. Diawal memerintah, dia akan bangun infrastruktur jalan, kemudian dia juga berencana akan memindahkan kota Jember yang menurutnya sudah tidak memenuhi kebutuhan, kemudian dia juga akan membangun kawasan ekonomi khusus di Paseban,namun bukan pembangunan jalan , yang viral justru kasus penerimaan honor bagi korban Covid -19 senilai Rp 100.000,-/jenazah.
Ditempat terpisah , Sanusi, 26 tahun ,warga Tempurejo juga menyayangkan sikap bupati Hendy yang tidak konsisten dan focus dengan orogram kerjanya sesuai yang dijanjikan
Pembangunan infrastruktur jalan itu sangat dibutuhkan masyarakat untuk mendongkrak sektor ekonomi. Jika sektor ekonomi terangkat, maka daya beli masyarakat akan baik, tentunya akan berpengaruh pada proses kesejahteraan.
Bupati sudah janji bahwa pembangunan infrastruktur akan digarap bulan februari dan selesai dalam waktu enam bulan. Ini sudah bulan Agustus , dan infrastruktur yang penting juga belum tersentuh.
" Saya kecewa, sebagai warga masyarakat, terlebih pendukung H. Hendy , janji yang disampaikan itu tidak terealisir, malah terkesan pindah pindah fokus , seperti pembangunan kawasan ekonomi khusus yang sarana prasarananya saja belum siap, yang penting jalan itu diperbaiki" ujarnya.( Wid).

