| Foto By: Yud |
Jember, SorotNews.id Kampanye calon Kepala Desa yang menjanjikan akan membebaskan biaya pajak kepada warganya ternyata dianggap tidak melanggar aturan. Hal ini disampaikan Adi Wijaya, S.STP, sekretaris Bapemasdes , saat dikonfirmasi dikediamannya, Sabtu, 21/8/21.
Menurut Adi, janji itu merupakan janji politik yang jika dilakukan tidak ada aturan yang dilanggar , sehingga boleh saja , bakal calon Kepala Desa melakukannya ,karena memang tidak ada ketentuan yang dilanggarnya.
Adi mencontohkan , persoalan itu sama dengan jika ada calon yang kampanye, bakal membayar rekening listrik warganya jika nanti menang. Bedanya, kalau rekening listrik jika gak dibayar ada sangsi, dan itu dijalankan dengan memutus aliran listrik jika tidak dibayar. Sementara untuk pajak bumi dan bangunan, jika tak terbayar tetap ada sangsi namun tidak ditetapkan, sehingga jika janji itu tidak terbayarkan ya tidak berpengaruh langsung, hanya mengurangi pendapatan pemerintah di sektor pajak.
Adi juga menyebutkan jika dirinya tidak bisa melakukan pelarangan bagi para calon kepala desa untuk berkampanye seperti itu, pertama karena tidak ada payung hukumnya atau dengan dasar apa saya melarang , kedua itu domain dari Bapenda, karena secara tehnis itu menjadi kewenangan dari Bapenda . Selain itu, jika memang akan diterapkan, perlu dibuat aturan yang mengikat sehingga jika janji itu tidak dibayarkan ada sangsi yang ditentukan sesuai dengan aturan yang disepakati.
" Saya tidak bisa melarang mereka untuk berkampanye seperti itu, karena memang tidak ada yang dilanggar , selain itu saya tidak punya dasar untuk melarang , yang bisa itu Bapenda, karena jika dilarang berarti ada sesuatu yang dilanggar, padahal ini tidak ada yang dilanggar , jika akan dilarang, maka Bapenda harus membuat regulasi yang mengikat bagi mereka yang melakukan kampanye bebas pajak, dan jika mereka ingkar maka ada sangsi karena adanya aturan itu " urainya.
Untuk itu dirinya , saat dipanggil Dewan juga sampaikan hal ini, dan awalnya memang agak rame , namun setelah dijaskan secara gamblang, dewanpun memahami ( hevi )

