![]() |
| Budi Gunawan, Pelaku pendidikan |
Jember, SorotNews.id Pemberitaan terkait pembelajaran tatap muka yang digelar di beberapa Sekolah Menengah Atas dan Sekolah Menengah Kejuruan ,membuat beberapa orang tua siswa tingkat sekolah Dasar bereaksi. Mereka minta kepada Bupati Jember agar segera memberikan ruang bagi sekolah dasar dan sekolah menengah menggelar pembelajaran tatap muka. Terlebih, dua jenjang sekolah tersebut menjadi wilayah administrasi pemerintah Kabupaten bukan yang tingkat menengah dan atas.
Siti Maryam, 36, warga Tegal Waru , Kecamatan Mayang misalnya. Dia minta bupati segera memberikan instruksi pelaksanaan pembelajaran tatap muka sesuai arahan menteri Pendidikan , bahwa untuk daerah yang masuk katagori level 3 , level 2 sudah bisa menggelar pembelajaran tatap muka.
Ibu dua anak itu prihatin dengan kondisi Pandemi yang tak jelas kapan selesainya. Kondisi itu membuat sekolah harus menggelar secara daring. Yang pelaksanaannya belum bisa optimal terlebih jika di daerah yang tak terjangkau jaringan internet dan tak.memiliki gadget. Karena menurutnya tidak semua daerah punya signak yang baik, dan tidak semua siswa orang tuanya mampu menyiapkan fasilitas tersebut.
Dia juga menyoroti tidak sepenuhnya pembelajaran daring itu dilakukan dengan benar, tanpa lakukan pengawasan yang serius. Terbukti dilapangan banyak tenaga pengajar yang jumlahnya sangat terbatas itu mampu memenuhi kebutuhan pembelajaran daring. Sementara untuk home visit atau kunjungan guru ke rumah rumah juga tidak berjalan sesuai harapan, karena tidak ditunjang dengan penyediaan sarana tambahan bagibtenaga pengajar .Terlebih, banyak dari trnaga pengajar lnya justru dari GTT ( guru tidak tetap ) yang honornyapun terbatas.
" Saya berharap agar pemerintah kabupaten segera menginstruksikan dinas pendidikan untuk segera menggelar pembelajaran tatap muka, toh Pak mentri pendidikan susah mengijinkan sekolah menggelar tatap muka bagi daerah yang masuk level 3 , Level 2 walau dengan protokol kesehatan yang ketat " ujarnya.
Dan yang paling penting menurut ibu dua anak ini , pemerintah kabupaten harus menyiapkan sarana penunjang bagi tenaga pengajar jika ingin pembangunan sumberdaya manusia di Jember berhasil .
Pendapat yang sama juga di sampaikan Pelaku Pendidikan di Kalisat. Seperti yang disampaikan Budi Gunawan, dia berharap agar pembelajaran tatap muka bisa segera dilakukan. Sebagai pelaku pendidikan , dirinya sangat paham tentang bagai mana situasi pendidikan di wilayah, khususnya daerah daerah dengan tingkat kesulitan yang tinggi.
Dia mencontohkan, pembelajaran daring yang dilakukan disekolahnya itupun masih dirasa kurang oleh wali siswa. Mereka minta waktu ditambah , sementara banyak hal yang juga harus disiapkan salah satunya adalah biaya paket bagi siswa.
Selain itu apa yang disampaikan wali siswa dari Mayang itu cukup mengena karena kondisi rielnya seperti itu. Tinggal bagai mana semua pihak bisa berpikir positif dalam menghadapi kondisi kekinian, jika ada kekurangan , perlu dilengkapi .
" Benar itu pak, butuh banyak variabel jika ingin pembelajaran daring itu berjalan efektiv , tetnaeuk bagai mana memberi support pada tenaga pendidiknya , dan itu dangat Riel , mas "( Dick).


