Iklan

Plt Bupati Jember Minta Jaga Jember Tetap Kondusif Walau Beda Pilihan

Kamis, 19 November 2020, November 19, 2020 WIB Last Updated 2020-11-21T14:53:44Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini


Jember, Sorot86  Pelaksanaan Pilkada serentak sudah semakin dekat, Jember sebagai salah satu daerah yang menggelar pilkada tentunya diharapkan bisa berjalan lancar dan kondusiv. Itu yang diharapkan Plt Bupati Jember dalam Pilkada  bulan Desember mendatang.


Dia mengajak semua warga Jember untuk menjaga Jember tetap kondusiv, termasuk keamanan wilayah masing-masing.


Menurutnys,  sejauh ini situasi Jember  masih terjaga. “Alhamdulillah perjalanan pilkada di Jember cukup kondusif,” tuturnya, Kamis, 19 November 2020.


Pilkada Jember diikuti oleh tiga pasangan calon bupati dan wakil bupati. 

Pemungutan suara dalam pilkada di Jember diikuti oleh 3 pasangan calon dan saat ini sedang masa kampanye .


Pemerintah bersama aparat juga telah melakukan persiapan-persiapan untuk mewujudkan kondusifitas tersebut, sejak awal tahapan pilkada dilaksanakan.


Salah satu upaya menjaga kondusifitas tersebut dengan menggelar khotmil Qur’an, yang dilaksanakan secara serentak di kabupaten dan kota yang menyelenggarakan hajat demokrasi tersebut.


Kegiatan tersebut berpusat di Mapolda Jawa Timur, dan diikuti secara daring oleh forkopimda kabupaten/kota yang menggelar pilkada serentak 2020.


“Ini sebagai salah satu wujud pendekatan kita kepada Allah. Kita sangat yakin, kun fayakun-nya Allah. Insya Allah, tugas yang berat menjadi ringan,” imbuhnya di Polres Jember.



Kepada masyarakat, Kiai Muqit mendorong  untuk menyukseskan pilkada dengan menggunakan hak pilih dibarengi protokol kesehatan.


“Masyarakat harus menggunakan kesempatan hak pilihnya, tetapi tetap memperhatikan protokol kesehatan,” tuturnya di hadapan awak media.


Dengan menerapkan protokol kesehatan, diharapkan pilkada tidak menjadi klaster baru Covid-19. “Kami tidak jemu mengingatkan untuk cuci tangan, menggunakan masker, dan jaga jarak saat pemilihan nanti.”


"Boleh beda partai, boleh beda pasangan calon, tapi tidak boleh karena perbedaan membuat ada aura permusuhan sesama kita,”( Kid)

Komentar

Tampilkan

Terkini