Iklan

Pembelajaran Tatap Muka, Kembali Di Tunda.

Redaksi Sorot86.com
Senin, 01 Maret 2021, Maret 01, 2021 WIB Last Updated 2021-03-01T15:40:40Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini


Sukowinarno : " ini Kesempatan Sekolah  Lebih Mempersiapkan Diri".


Rencana pembelajara tatap muka seperti yang di sampaikan Wakil Bupati Jember GusFirjaun, beberapa saat lalu, terpaksa harus ditunda pelaksanaannya. Hal ini mengingat masih banyaknya persyaratan yang harus disiapkan sekolah, sesuai prosedur Kesehatan. Selain itu, belum adanya rekomendasi dari Gugus Satuan Tugas Covid-19 kepada Dinas Pendidikan terkait persetujuan pembelajaran tatap muka . Hal ini disampaikan Sukowinarno, Sekretaris Dinas Pendidikan, saat ditemui diruang kerjanya, Senin, 1/03/21.


Menurut Suko, penundaan ini dikarenakan oleh dua faktor, pertama, belum siapnya secara penuh bagi sekolah yang akan dijadikan contoh awal pembelajaran tatap muka, ( sesuai rencana , 2 Sekolah dasar ( dimasing masing  kecamatan, dan satu SMP di kota.Yang  kedua belum ada rekomendasi dari Gugus  tugas Covid kepada Dinas pendidikan terkait persetujuan pelaksanaan tersebut.


Suko juga menyebutkan kalau penundaan ini merupakan kesempatan bagi sekolah yang ditunjuk dalam mempersiapkan sarana dan prasarana nya. Mulai dari tempat cuci tangan, handsinitiser, juga pengajar yang sudah dilakukan vaksin. Ini dimaksudkan agar dalam pelaksnaan tersebut, meminimalisir penyebaran virus vovid-19 .


Suko juga menyampaikan informasi terkait amanat Menteri Pendidikan yang dikirim melalui surat, bahwa rencana pembelajaran tatap muka itu akan diselenggarakan tahun ajaran 2021/2022, yang in syaa Alkah sekitar bulan Juli.


" Iya memang ada penundaan, hal ini dikarenakan beberapa faktor diantaranya terkait persiapan selolah yang masih belum sempurna, juga belum turunnya rekomendasi dari Gugus Tugas Covid-19 menyangkut boleh tidaknya dilaksanakan pembelajaran tatap muka" ujarnya.


Ditempat yang lain, Ny Yuliani , 35 salah satu wali murid mendukung upaya penundaan pembelajaran tatap muka. Saat ini, lanjut ibu dua anak itu dikatakan, kondisi Jember masih belum aman untuk dilaksanakan pembelajaran tatap muka,  pemerintah hendaknya mempertimbangkan betul keputusan untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka, khususnya untuk anak sekolah dasar. Karena diusia seperti itu, tingkat kecerobohan masih tinggi , dan aktivitasnya juga tinggi, ini akan sering bergerombol dan membuka masker, sementara guru sulit untuk memantau seteliti mungkin. Untuk itu, dirinya mendukung penundaan itu sambil melihat perkembangan Covid, juga rekomendasi dari Gugus Tugas " Alhamdulillah ada penundaan, kami sangat kuatir dengan anak anak usia sekolah SD, mereka masih belum memahami betul tingkat bahayanya, padahal diusia seperti mereka akan sering berkumpul , bermain berdekatan dengan masker terbuka, maka ini bakal.jadi pintu penyebaran kembali, untuk itu pemerintah daerah belum dengan ekstra hati hati dalam memutuskan soal pembelajaran tatap muka ini " ujarnya( kid)

Komentar

Tampilkan

Terkini

NamaLabel

+