Jember, SorotNews.id. Bersedekah tidak harus menunggu kaya, namun butuh kemauan untuk melakukannya, demikian disampaikan owner PT Relawan Boemi Jember , Drs. Gangsar Widodo, kepada wartawan di kediamannya, Sabtu, 20/3/21.
Dia mengajak semua anggota kekuarga besar Sorot Grup untuk terus berbagi kepada kaum duafa dan anak yatim senyampang masih diberi kesempatan bisa berbagi, dan masih ada yang mau menerima sedekah. Menurutnya , berbagi memang tidak mudah, butuh kemauan, kebiasaan untuk melatih kepekaan sosial di hati kita masing masing.
Selanjutnya, owner Media Sorot dan Fakta itu, berharap agar berbagi menjadi kebutuhan bagi kita semua, dengan begitu tidak akan muncul rasa " dipaksa" untuk melakukannya.
Dimusim Pandemi begini lanjutnya, banyak masyarakat yang awalnya tidak masuk katagori butuh bantuan, kini menjadi pendatang baru yang butuh bantuan. Banyak diantara mereka awalnya hidup diatas rata rata, namun setelah Pandemi Covid-19 mereka terpaksa harus di putus hubungan kerja, perusahaan yang sedianya mampu menggaji karyawan dengan upah layak dan utuh, kini harus berhitung cermat agar bisa terus eksis , dampaknya, muncul kebijakan pengurangan tenaga kerja, terjadilah PHK , dan pengangguran baru. Disisi lain kebutuhan hidup terus meningkat seiring kenaikan barang kebutuhan pokok walau tidak semua bahan naik. Namun yang pasti banyak kelompok butuh perhatian , disinilah kepekaan sosial dan komitmen kita sebagai sesama manusia di tantang.
Gangsar juga mengajak kawan kawannya ikut memikirkan nasib mereka, paling tidak sekecil apapun yang kita berikan, bisa mengurangi beban keluarga mereka. Seperti yang dilakukan oleh Komunitas Gerakan Sedekah Seribu ( Gessebu) misalnya, mereka mampu meyakinkan warga di lingkungannya rutin bersedekah Seribu rupiah perhari, "Alhamdulillah dalam waktu tidak lama, mereka bisa bantu membangunkan rumah layak huni bagi P. Yanto, warga Jalan Rasamala, kelurahan baratan" ujarnya mencontohkan.
Contoh itu diharapkan mampu menginspirasi bagi kawan kawannya melakukan hal serupa, rutin berbagi seribu rupiah setiap hari. Bisa dibayangkan, jika dalam komunitas itu ada 1000 orang anggota, berarti bisa terkumpul uang sebesar satu juta rupiah perharinya, dalam seminggu kita bisa bantu modal usaha bagi mereka yang membutuhkan , agar bisa memenuhi kebutuhan sehari hari keluarga.
Kedepan, dirinya berharap, pemerintah Kabupaten di bawah bupati H. Hendy - dan Gus Firjaun bisa mengalokasikan anggaran bagi masyarakat terdampak covid-19 dengan lebih tepat sasaran, anggaran diberikan untuk modal usaha bukan untuk konsumtif .
" Butuh kemauan dan kesungguhan mengawali berbagi, karena tidak semua diberi kepekaan sosial yang sama, butuh contoh kongkrit untuk merangsang seseorang mau berbagi, dan yang paling penting, butuh transparansi dalam mengemban amanah membagi titipan para pihak hingga sampai tujuan, dengan demikian , butuh kepercayaan dari penerima amanah atau pelaksana agar calon donatur tidak gamang' ujarnya. ( Vivi)



