masukkan script iklan disini
Jember, Sorot86.com Persoalan Tuberculosis bukan masalah baru bagi Jember. Penyakit yang tak kalah hebohnya sama Pandemi covid-19 ini , memiliki jumlah pasien yang tidak sedikit .
Untuk menangani penyakit serius ini, Jember sebenarnya banyak memiliki puskesmas yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten, namun semua itu tidak akan bisa berbuat banyak, jika pemerintah tidak memiliki kader kader khusus yang memiliki kemampuan dan pengalaman menangani persoalan Tuberculosis tersebut. Hal itu disampaikan Bupati Jember saat jadi pembicara dalam webinar terkait capaian program tuberkolusis di Pendopo Wahya Wibawa Graha,, Rabu, 10/6/2020.
"Meski di Jember ada puluhan Puskesmas, kata bupati, tetapi tanpa kader-kader yang mengetahui detail kondisi lapangan, penanganan TB tidak akan efektif"
Kader TB ini mengetahui betul kondisi di lapangan. Mereka juga menjaga agar pasien TB tetap rutin minum obat agar mencapai kesembuhan.
Pemerintah Kabupaten Jember memberikan apresiasi kepada para kader TB tersebut. “Merekalah kunci sukses penanganan TB di Jember,” kata bupati, Rabu, 10 Juni 2020.
Terkait dengan capaian penanganan TB pada masa pandemic Covid-19, bupati menjelaskan adanya penurunan.
Penurunan capaian itu dinilai cukup signifikan. Untuk program TB CDR atau penemuan pasien TB positif baru, target tiga bulan sekali harus 20 persen. Kenyataannya, akibat imbas pandemi Covid-19 hanya 16 persen.
Begitu pula dengan TB SR, juga mengalami penurunan, meski capaiannya masih bisa dikejar. Ini dilakukan seiring dengan upaya rapid test massal untuk Covid-19. ( Dik)


