Iklan

LSM LIRA Jember Dorong Upaya Pembelajaran Tatap Muka

Redaksi Sorot86.com
Jumat, 12 Februari 2021, Februari 12, 2021 WIB Last Updated 2021-02-12T13:15:59Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini

 


Jember, Sorot86 Rencana Pemerintah Pemkab Jember untuk kembali melaksanakan pembelajaran tatap muka mendapat dukungan penuh dari Lembaga Swadaya Masyarakat Lumbung Informasi Rakyat ( LIRA).


Seperti yang disampaikan Wakil Bupati terpilih Gus Firjoun kepada wartawan beberapa Minggu lalu, bahwa pembelajaran tatap muka sudah harus dilaksanakan pasca pelantikan Bupati dan Wakil Bupati baru, 17/02 /21 mendatang. Dan Gus Firjoun menganggap kondisi ini sudah dalam keadaan extraordinary, makanya perlu segera dilaksanakan.


Menanggapi keinginan Wakil Bupati terpilih, Gus Firjoun , Bupati LIRA Jember, Drs. H. Achmad Sudiyono, SH. MSi kepada wartawan di kediamannya, Jumat, 11/02/21 mengatakan bahwa, LIRA sangat mendukung rencana pemerintah Kabupaten Jember dibawah duet H. Hendy - Gus Firjoun dalam melaksanakan pembelajaran tatap muka pada bulan Maret mendatang.


Menurut Achmad Sudiyono, mantan Kepala Dinas Pendidikan di era Bupati MZA Djalal itu, sudah saatnya pembelajaran tatap muka dilaksanakan. Banyak hal yang terjadi disaat pandemi terkait pendidikan, khususnya menyangkut soal penurunan kualitas daya serap siswa terhadap materi yang disampaikan guru melalui pembelajaran daring. Secara tegas Achmad menggambarkan, secara teori, pembelajaran itu akan berhasil efektif jika terjadi interaksi antara pemateri (guru) dengan penerima materi secara langsung. Saat daring lanjut Achmad, interaksi antara guru dan murid berkurang, kemudian dalam proses belajar mengajar itu, tidak hanya dipengaruhi oleh faktor kepintaran guru atau murid saja, namun lebih pada proses membangun suasana kebersamaan dan kenyamanan dalam proses belajar mengajar.


Dalam proses belajar mengajar, seorang guru harus mampu menguasai suasana ,bagaimana dia bisa mengetahui murid yang pandangannya kurang bagus agar tidak ditaruh di bangku belakang, demikian juga jika ada murid yang pendengarannya kurang, harus ditempatkan didepan, dan masih banyak lagi yang lainnya. Ini semua hanya untuk menciptakan suasana belajar mengajar menjadi lebih nyaman, lebih memberikan pemerataan bagi semua siswanya, dan di pembelajaran daring itu tak bakal ditemui.


Di masa Pandemi begini, perlu terobosan untuk menciptakan pembelajaran yang efektif, andai tidak bisa bertatap muka secara banyak murid, bisa dibuat perkelompok. Idealnya, lanjut kakek tiga cucu ini, satu kelas ada sekitar 25-30 siswa, karena tidak diperkenankan berdekatan, bisa dibentuk kelompok-kelompok kecil dengan jumlah 5-6 orang, dan ini dibutuhkan kunjungan oleh guru-guru dikelompok tersebut. Oleh karena itu, peran pemerintah harus hadir, dengan menyiapkan anggaran transportasi, sehingga guru yang bertugas kunjungan itu tidak kesulitan .


Jika situasi ini tercapai, sangat dimungkinkan murid terpacu secara intrinsik , yang pada akhirnya akan membangun rasa percaya diri mereka. Yang muaranya bakal tercipta sebuah proses stimulasi antara murid yang pandai, sedang dan kurang, menuju pada sebuah hasil yang maksimal.


Peran Pemerintah harus hadir di pembelajaran tatap muka ini dengan menyiapkan sarana dan pra sarana yang memadai agar terpenuhi standart, taat protokol kesehatan, juga tersedianya anggaran transportasi guru kunjung, juga tak kalah pentingnya pemerintah wajib menyiapkan perluasan Wifi sehinggan menjangkau semua siswa. “Belajar tatap muka ada banyak barokah mengalir.” tegasnya.


Ada sedikit yang belum sesuai, di pembelajaran daring siswa kurang memiliki rasa bersaing, sehingga mengurangi semangat untuk memahami materi secara maksimal, bahkan lebih parah lagi peran orang tua yang justru membuat kualitas individu murid kurang maksimal. 


" Lebih baik dapat nilai 6 tapi hasil perjuangan murid sendiri dari pada nilai 9 hasil kerja orang tua " tegasnya. ( Kid).

Komentar

Tampilkan

Terkini

NamaLabel

+