Jember, Sorot86 Polemik kedatangan Bupati Faida bersama beberapa stafnya ke kantor Kejaksaan Negeri Jember tampaknya bakal berakhir . Ini setelah , Faida memberikan klarifikasi terkait kedatangannya ke kantor Kejaksaan pasca pelaksanaan pilkada.
Faida yang kembali menjabat Bupati Jember sejak tanggal.6/12/2020 mengambil inisiatif berkonsultasi dengan kejaksaan yang berfungsi sebagai pengacara negara . Agendanya hanya satu , yakni melakukan konsultasi untuk pencairan jelang akhir tahun. Mengingat , pasca Pengembalian Pejabat sesuai SOTK tahun 2016 , tidak ada satupun Kepala dinas yang berani mencairkan keuangan. Karena ada banyak hal yang harus di cermati.
Faida mencontohkan, Pasca kembali ke SOTK 2016, Memang ada dinas Kominfo di SOTK 2016,. Namun disana belum ada tugas kehumasan, karena tahun itu tugas kehumasan dan kerja sama media ada di humas .Dan kalau dipaksakan akan semakin rumit, karena kebetulan anggarannya ke bagian humas.
Jika persoalan itu dibiarkan, banyak pihak yang dirugikan , seperti Aparatur Sipil Negara( ASN) dan pihak ketiga yang bermitra dengan Kominfo, sementara pekerjaannya sudah selesai .
" Kedatangan ke kantor kejaksaan itu agendanya konsultasi untuk tehnis pencairan keuangan di akhir tahun pasca Pengembalian Jabatan sesuai SOTK tahun 2016.Kenapa harus konsultasi..? karena ini menyangkut tanggung jawab kepada pihak lain, dan karena saat itu Kajari ada Rakor secara virtual, kita mengalahi untuk datang kesana, dan saya bawa Ka BPKA terkait administrasi keuangan, juga membawa Yesy terkait banyak tanggungan kepada pihak ketiga , tidak ada itu Bupati Faida membuat situasi tak kondusif sehingga anggaran OPD tidak cair " ujarnya.
Dan saat disinggung mengenai munculnya informasi kalau ada upaya untuk menjelekkan pihak lain , dengan senyum dia menjawab " saya hanya focus konsultasi pencairan akhir tahun, tidak yang lain " tandasnya sambil mengakhiri wawancara , karena harus melakukan pelantikan terhadap 54 Penjabat Kepala Desa.( Wid)

