Iklan

Cegah Klaster Baru Covid-19 di Pilkada Serentak 2020

Redaksi Sorot86.com
Selasa, 06 Oktober 2020, Oktober 06, 2020 WIB Last Updated 2020-10-06T13:58:35Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini
By: Istimewa

Jember, Sorot86 Pandemi Covid 19, masih saja jadi ancaman bagi semua lapisan masyarakat. Di Jember, untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona, dan memberi efek jera bagi siapapun pelanggarnya , dilakukan operasi Yustisi, dengan maksud Jember, tidak ingin kembali masuk zona merah, terlebih Desember mendatang, bakal dilaksanakan Pilkada.

Pilkada 2020 sudah  memasuki tahapan kampanye. Dimana bakal terjadi pengumpulan massa , dan terjadi interaksi masyarakat secara langsung antara penyelenggara pilkada, peserta pilkada, dan masyarakat pemilih , dan berpotensi menjadi penyebab munculnya klaster baru Covid-19.

Plt Bupati Jember, Drs. KH. Muqit Arief, sejak awal menjadi pelaksana tugas Bupati sudah memberikan warning kepada seluruh jajarannya , saat Apel pagi beberapa saat lalu.

Dia berharap tidak terjadi klaster baru Covid-19 dalam perhelatan pemilihan kepala daerah.

“Sampai saat ini, kami selalu berkoordinasi dengan beberapa pihak yang berkaitan dengan Pilkada di masa pandemi ini, supaya benar-benar menyiapkan dan mengatur, agar klaster baru Covid-19 tidak terjadi di Pilkada tahun ini,” ujarnya.

Guna mengantisipasi terjadinya kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Jember sudah menyiapkan tempat untuk penanganan. Seperti Jember Sport Garden (JSG) maupun sewa hotel.

“Hanya persiapan saja. Lebih-lebih saya berharap semoga klaster baru Pilkada ini tidak terjadi di Kabupaten Jember. Semisal itu terjadi, kami sudah siap mengantisipasi,” ujarnya, Selasa, 06 Oktober 2020.

Di samping itu, koordinasi dengan beberapa elemen terkait Pilkada sangat harmonis. Saat rapat koordinasi sudah berbagi tugas.

Hal yang paling penting, menurutnya, semua pihak harus menyukseskan Pilkada pada masa pandemi ini. Sukses pesta demokrasi ini tidak hanya tergantung KPU, Bawaslu, TNI, maupun Polri, namun juga peran serta masyarakat.

Selain soal pilkada, netralitas aparatur sipil negara (ASN) dalam Pilkada juga penting. Bagi mereka yang tidak netral, ada sanksi yang bisa dikenakan kepada mereka.

Sanksi itu meliputi sanksi administrasi hingga sanksi berat yang tergantung dari tingkat pelanggarannya yang dilakukan seorang ASN.

“Ayo kita sama-sama sukseskan Pilkada ini, dengan tetap mematuhi protokol kesehatan Covid-19. Cuci tangan, jaga jarak, pakai masker, karena dengan bermasker kita aman, keluarga aman, dan teman-teman kita aman,” ajak Muqit Arief. (Dik)
Komentar

Tampilkan

Terkini

NamaLabel

+