masukkan script iklan disini
![]() |
| By : Istimewa |
Jember, Sorot86 Upaya Pemerintah Kabupaten Jember untuk mempersiapkan keluar dari belenggu musibah Covid-19 patut diapresiasi. Berbagai tahapan dan pengupayaan kampung tangguh, Sampek digelarnya pengajian Malam Jum'at manis pun kembali digelar. Namun kali ini,pengajian masih digelar secara virtual , seperti pada Kamis malam, 18 Juni 2020. Masyarakat mengikutinya secara langsung melalui saluran YouTube dan Facebook milik Pemkab Jember.
Bupati Jember, dr. Faida, MMR., mengucap syukur kembali bisa bersama untuk bersholawat dan berdoa. “Situasi pandemi ini memang berat, tetapi banyak hikmahnya,” tuturnya.
Salah satunya, bermunculan kampung tangguh, gotong royong menjaga kebersihan semakin meningkat, dan lebih banyak waktu bersama keluarga.
“Mungkin kita diingatkan kembali oleh Allah SWT, untuk pandai menjaga syukur, jaga persaudaraan,” lanjutnya.
“Untuk bisa selamat dari wabah Covid-19 ini perlu kekompakan bersama, tidak ada yang bisa hidup sendiri-sendiri,” imbuhnya.
Saat ini kehidupan ditata kembali. Pasar ditata rapih. Fasilitas umum bersih. Orang yang kesusahan banyak yang menjenguk. “Orang-orang jadi lebih sayang satu sama lain,” tuturnya.
Karena itu, bupati mengajak semua masyarakat untuk ingat dan kembali bersyukur kepada Allah SWT.
“Terkadang kita diberi sehat wal afiat tidak merasa. Diberi kehidupan yang merdeka, tidak merasa. Diberi kehidupan di negeri yang damai, tidak merasa. Dan, ketika diberi ujian semuanya menjadi terasa,” kata bupati.
Maka, hendaknya kita semua menguatkan doa dan ikhtiar yang sudah dilakukan. “Mudah-mudahan Allah segera mengangkat wabah ini, dan kehidupan kembali seperti sediakala,” katanya.
“Hidup harus tetap berjalan. Ikhtiar harus tetap dilakukan. Tawakal dan berdo’a kepada Allah adalah sesuatu yang tidak bisa digantikan,” tutup bupati.( Dik)


